Mengenai Saya

Foto saya
lahir di kota ihsan pinggiran jakarta laah, di keluarga yg sangat sangat sangat sederhana ._.v

Sabtu, 09 November 2013

Tugas 2 Perilaku Konsumen



Nama   : Mursidah
Kelas   : 3 EA 22
NPM   : 15211037

Analisis Konsumen dan Perilku Konsumen

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain. Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah :

Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :

• Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.

• Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.

• Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.



Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

• Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategi, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.

• Faktor internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal

adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian suatu barang atau jasa.

Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian yaitu:

1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.

3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.

4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut



Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain :

1. Nilai-Nilai Budaya dan Etnis. Merupakan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada sejumlah orang yang memiliki persamaan ras, agama, lokasi geografis, dan warisan budaya yang membedakan mereka dengan kelompok lainnya. Melalui kebiasaan, cita rasa, ide, tata cara, norma dan tata kelakuannya.

2. Kelas Sosial dan Kelompok Status. Kelas Sosial merujuk pada semua orang yang memiliki kesempatan hidup yang sama dalam bidang ekonomi. Kelompok Status merujuk pada kesamaan atas kehormatan dan prestise yang dimiliki, yang dinyatakan dalam gaya hidup.

3. Kelompok Sosial.  Kelompok sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang dikarenakan pengaruh yang signifikan dari kelompok acuan (reference group) yang menjadi rujukan dalam berfikir, bertindak, merasa dan berperilaku seseorang dalam melakukan konsumsi.

4. Keluarga dan Rumah Tangga. Beberapa variabel yang dapat mempengaruhi rumah tangga / keluarga dalam melakukan konsumsi, termasuk melakukan pembelian produk, antara lain : Usia Kepala Rumah Tangga, Status Pekerjaan, Status Perkawinan, dan Kehadiran Anak.

Sedangkan variabel dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk melakukan konsumsi dalam suatu rumah tangga / keluarga, antara lain : Kohesi, Kemampuan Beradaptasi Keluarga, dan Komunikasi.

5. Pengaruh Situasi. Pengaruh situasi merupakan pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik, yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik objek. Karakteristik-karakteristik situasi konsumen tersebut antara lain : Lingkungan Fisik, Lingkungan Sosial, Waktu, Tugas.

Saya Mursidah, saya sering sekali membeli kerudung atau pasmina. Faktor pola konsumtif saya ini termasuk ke dalam faktor internal dan eksternal. Faktor internal  yaitu  Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal. Dari faktor eksternal yaitu dari keluarga.

Teman saya yang bernama Astri Nur Lely suka sekali dengan kucing, maka iya sering membeli barang atau aksesoris yang berhungan dengan kucing. Faktor pola konsumtif yang terjadi pada teman saya ini yaitu faktor inetrnal Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
Teman saya yang bernama Effyanti Asti Lestari sangat tertarik dengan apapun yang bersangkutan dengan negara Korea dan Jepang. Dari faktor pola konsumtifnya dai termasuk dalam faktor internal dan eksternal. Faaktor internal yaitu Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. Faktor eksternal yaitu Nilai-Nilai Budaya dan Etnis. Merupakan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada sejumlah orang yang memiliki persamaan ras, agama, lokasi geografis, dan warisan budaya yang membedakan mereka dengan kelompok lainnya. Melalui kebiasaan, cita rasa, ide, tata cara, norma dan tata kelakuannya.

Kamis, 10 Oktober 2013

POLA KONSUMTIF



POLA KONSUMTIF
Pola konsumtif adalah tindakan konsumen membeli produk yang kurang diperlukan  untuk memuaskan kesenangan dan keinginan dari pada fungsi atau kebutuhannya.
Saya telah memperhatikan pola Konsumtif kepada diri saya sendiri dan 4 orang di sekitar saya.
Yang pertama yaitu diri saya sendiri, kebetulan saya berhijab jadi suka sekali membeli hijab, hampir 2 minggu atau 1 bulan sekali saya membeli barang tersebut dengan alasan lucu, menarik dan menambah koleksi hijab saya. Keinginan saya mengoleksi hijab ini bisa jadi sebuah kebutuhan untuk diri saya sendiri.
Yang kedua Muhammad Arrohman. Umurnya baru 10tahun tapi dia suka sekali minta dibelikan sepatu, minimal 1 bulan itu bisa minta 4 pasang sepatu, dengan alasan untuk koleksi.
Yang ketiga kakak saya miftahudin, barang yang sering sekali dia beli itu adalah komik – komik jepang seperti One Piece, Naruto, Detective Conan dan komik – komik jepang lainnya. Hampir setiap minggu dia pergi ke toko buku untuk mencari komik – komik yang dia inginkan, dengan alasan untuk mengisi waktu kosong di sela – sela jam kerja.
Yang ke empat Effyanti Asti Lestari. Teman saya yang satu ini sering sekali membeli pakaian, bisa lebih dari 1 pakaian yang dia beli setiap bulannya. Dengan alasan modelnya yang lucu karang dia ingin mengoleksi pakaian – pakaian yang lucu atau menarik.
Yang ke lima Irfania Nurul K. teman saya ini suka sekali membeli tas, hampir setiap bulan dia membeli tas – tas yang dia inginkan. Alasannya ingin menambah koleksi atau karna ada diskon.
Demikian beberapa orang yang saya perhatikan dalam pola konsumtif. Dari 5 orang termasuk saya semua membeli barang bukan karena kebutuhan tetapi karena keinginan.

Rabu, 19 Juni 2013

DEMAM DRAMA KOREA



Demam Drama Korea!!!
Demam Korea melanda Indonesia. Inilah fenomena budaya populer yang bertahan satu dekade terakhir. Salah satunya adalah drama korea.
Drama Korea mengacu pada drama televisi di Korea, dalam sebuah format miniseri, diproduksi dalam bahasa Korea. Banyak dari drama ini telah menjadi populer di seluruh Asia dan telah memberi kontribusi pada fenomena umum dari gelombang Korea, dikenal sebagai "Hallyu", dan juga "Demam Drama" di beberapa negara. Drama Korea yang paling populer juga telah menjadi populer di bagian lain dunia seperti Amerika Latin, Timur Tengah, dan di tempat lain.
Secara umum, ada dua genre utama drama Korea. Genre pertama menyerupai opera sabun barat dengan pendek, mengakhiri plot, dan tanpa referensi seksual yang jelas sering ditemukan di drama barat. Drama ini biasanya melibatkan konflik terkait dengan hubungan, tawar-menawar uang, hubungan antara mertua (biasanya antara ibu dan anak/menantu perempuan). Selain itu, mereka sering termasuk rumit cinta segitiga dimana pahlawan wanita biasanya jatuh cinta dengan seorang "anak nakal" karakter utama yang menganiaya dirinya. Drama ini berlangsung dari 16 episode ke lebih dari 100 (paling sering tidak melebihi 200).
Genre utama lainnya adalah drama sejarah Korea (juga dikenal sebagai sa geuk), yang merupakan dramatisasi fiksi sejarah Korea. Korea drama sejarah biasanya melibatkan alur cerita yang sangat kompleks dengan kostum yang rumit, set dan efek khusus. Seni bela diri, pertarungan pedang dan kuda sering komponen besar dari drama sejarah Korea juga. Drama Korea, drama sejarah apakah atau drama modern, biasanya ditandai dengan kualitas produksi yang sangat baik, karakter dengan kedalaman, cerdas naskah tetapi sebagian besar bergantung pada penggunaan karakter pola dasar.
Kemunculan drama Korea berawal dari "Endless Love" yang diikuti arus besar gelombang drama Korea di layar kaca rumah-rumah Indonesia. Ketenaran drama Korea memuncak setelah drama "Full House" yang dibintangi artis Korea terkenal, Rain dan Song He Kyo. Drama "Endless Love", "Winter Sonata", "Sassy Girl Chunhyang", "Boys Before Flowers" dan "Full House" membuat para penonton setianya menjadi pecinta Korea, mulai dari bahasa, makanan, budaya, dan musik.

Fakta-fakta Menarik Drama Korea
1.      Selalu menampilkan artis yang berwajah menyenangkan. Itu sudah pasti! Karena Korea terbilang cukup banyak memiliki artis dengan wajah tampan dan cantik. Selain sebagai kunci suksesnya drama, artis yang cantik dan tampan di korea memang sangat banyak sehingga mudah bagi korea untuk memilih artis sebagai pemeran utama.
2.      Drama korea kebanyakan menampilkan 4 tokoh utama, yaitu 2 tokoh utama wanita dan 2 tokoh utama pria. 4 tokoh ini biasanya terlibat cinta segitiga yang akhirnya hanya ada 1 pasangan yang berakhir bahagia, sedangkan tokoh lain akan mengalah atau menyingkir dari cerita.
3.      Drama korea kebanyakan mengambil setting di tempat kerja, Kafe, Bandara, Pantai, Pulau Jeju, Taman Bermain, dan tentunya menara Seoul.
4.      Tak sedikit drama korea yang mengisahkan seorang wanita yang berasal dari keluarga sederhana berjodoh dengan laki-laki dari keluarga konglomerat. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo ( Drama Boys Before Flower)
5.      Drama korea juga tak pernah luput dari arak korea (Soju) dan makanan khas korea (Kimchi) serta jajanan Korea lainnya.
6.      Drama korea yang ber-genre romantis/percintaan, biasanya di awal kisah diceritakan bahwa kedua tokoh tersebut saling benci dan bermusuhan, namun seiring berjalannya waktu mereka akan saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.
7.      Drama korea SANGAT BERBEDA  dengan SINETRON INDONESIA yang sering kali membuat kita jenuh karena banyaknya jumlah episodenya. Drama Korea kebanyakan hanya memiliki 15-25 episode. Namun jangan salah, ada juga Drama korea yang memiliki hampir 100 episode bahkan lebih, contohnya adalah Pink Lipstick.
8.      Drama Korea yang mengambil/bercerita kehidupan aktor/aktris-nya di luar negeri, pasti dan selalu mereka mengambil nama Amerika Serikat. Contohnya : Princess Prosecutor (Seo In Wo masa kecilnya hidup di USA), Heart Strings (Kyu Won merintis karier bernyanyinya di USA), serta He Is Beautiful (Go Mi Nam asli dikisahkan sedang menjalani pengobatan di USA).
9.      Drama Korea selalu mengedepankan fashion, apalagi drama korea mengambil kisah anak sekolah pasti seragam sekolah yang dikenakan anak-anak tersebut sangat unik, lucu, modern, dan modis (secara Korea terkenal dengan modenya)
10.  Drama Korea banyak menggunakan barang – barang dari sponsor dalam negeri, karena orang Korea terkenal sangat mencintai produk dalam negri. Seperti sponsor mobil Hyundai, ataupun handphone Samsung.
11.  Drama Korea memiliki soundtrack tersendiri yang sangat mendukung backsound drama. Hal ini betul – betul sangat diperhatikan, bahkan pemeran dramanya juga ikut andil memberikan pendapat dalam pembuatan soundtrack. Biasanya soundtrack dinyanyikan oleh pemain utamanya atau penyanyi yang sudah terkenal.

Demikian lah sedikit tentang sejarah dan fakta-fakta drama Korea. Bisa dikatakan pecinta Drama Korea di Indonesia tidak akan ada habisnya.


Referensi : Wikipedia Indonesia